Love Story
Aku
ingin menceritakan sebuah kisah bisa dibilang nyata bisa juga dibilang fiksi(terserah menurut kalian sajalah) dari
teman aku yang mempunyai teman yang di ceritakan oleh teman dan temannya lagi. Well,
intinya seorang temanlah, entah teman yang mana.
Awalnya
seperti ini...
Aku
mau cerita dari mana yaa (garuk2 kepala), aku juga bingung ??!!&$%#
Oke,
begini ceritanya.......................................
Namanya
Yuna, dia adalah seorang cewek yang suka banget main game online. Dalam game
itu dia bernama May dan mempunyai seorang teman cowok bernama Wenan. Mereka sangat
dekat dalam dunia maya tersebut, tapi sama sekali belum pernah bertemu di dunia
nyata. Mereka pun berjanji untuk suatu saat nanti bertemu dalam dunia nyata (Ceritanya kayak film2 aja ya, tapi biar gak
penasaran lanjut baca aja).
Suatu
hari disekolah SMU Rajawali Jakarta (itu sekolahnya Yuna), ada seorang murid baru
cowok pindahan dari luar kota. Yuna cuma berpapasan di pintu gerbang, tapi
tidak begitu memperhatikan wajahnya. Ternyata eh ternyata, murid baru itu satu
kelas sama Yuna. Saat perkenalan, murid baru itu mengatakan namanya Charles
pindahan dari kota Bandung. Saat mendengar hal itu, Yuna merasa sangat
terkejut, identitas yang dimiliki oleh murid baru bernama Charles itu mirip
dengan teman bermainnya di game online. Namun itu baru praduga bersalah, belum
pasti katanya. (Agak alay, tapi itulah
Yuna. Katanya sih alay itu salah satu tahap tumbuh kembang).
Yuna
mempunyai seorang sahabat cewek bernama Chilla dan pacarnya Niko. Chilla dan
Niko ternyata mudah sekali akrab dengan Charles. Saking akrabnya mereka sudah
bejanjian untuk hangout bareng di
Ancol, mereka pun tidak lupa mengajakku. Weekend pun tiba dan kami langsung
berangkat ke tempat tujuan itu. Kami mencoba permainan yang memacu adrenalin
seperti rollercoaster, rumah hantu, dll. Tapi hanya di rumah hantu yang membuat
Yuna benar2 ketakutan, hingga mulai dari awal masuk sampai keluar Yuna selalu
memengang baju Charles (katanya sih
berani tapi jual mahal dikitlah walaupun cuma pegang ujung bajunya tapi tetap
aja kali namanya takut).
Tidak
terasa hari sudah mulai sore dan semakin gelap, mereka pun beranjak pulang
meninggalkan tempat bermain itu. Niko dan Chilla pulang bersamaan dan mereka
meminta Charles untuk mengantar Yuna pulang. Yuna tinggal di daerah perumahan
Pondok Indah, ternyata eh ternyata rumah Charles di daerah itu juga. Dan ternyata
eh ternyata lagi rumah Charles bersebelahan dengan rumah Yuna(OMG itu kebetulan yang tidak disengaja atau
yang disengaja yaa). Yuna pun semakin bingung dan semakin banyak praduga
tak bersalah yang berputar2 dikepalanya tentang Charles.
Saat
tiba di rumah, Yuna pun dengan segera menyalakan komputernya dan mulai bermain
kembali(katanya sih sudah kangen banget
sama Wenan, teman bermainnya itu loh). Ternyata Wenan sudah menunggunya
dari tadi di permainan itu dan mereka pun mulai asik dan masuk dalam permainan
seperti biasanya.
Keesokkan
harinya di sekolah mereka berdua dijadikan satu tim belajar untuk mengerjakan
tugas Geografi. Tapi entah mengapa Charles mulai menjauh dari Yuna, apa yang
membuatnya bersikap seperti itu Yuna pun tidak mengerti. Hingga akhirnya Yuna
memutuskan untuk mengerjakan tugas itu sendiri tanpa bantuan Charles.
Selang
beberapa hari Chilla datang ke rumah Yuna, dilihatnya Yuna sedang mengerjakan
tugas kelompok itu sendiri. Chilla pun mulai marah dan geram dengan sikap
Charles yang kekanak-kanakan. Chilla tanpa basa-basi langsung datang mengunjungi
rumah Charles yang bersebelahan dengan rumah Yuna. Chilla dengan emosinya
memarahi Charles dan menariknya dengan kasar ke rumah Yuna.
Setibanya
Charles di rumah Yuna dengan paksaan Chilla pastinya, Charles pun hanya bisa
terdiam membisu. Yuna dengan segera mengambilkan air minum untuknya(Chilla kayaknya dah pulang deh) dan
hanya memberi pesan pada Charles, semua materinya ada didalam laptop. Saat Yuna
mengambil air minum, Charles mulai melihat-lihat dokumen dalam laptop Yuna. Charles
kaget saat melihat sebuah dokumen berisi foto-foto permainan yang sering ia
mainkan bersama dengan May, teman bermainnya dalam game online tersebut.(Wah, Charles pun udah mulai memikirkan
praduga tak bersalah nih kayaknya).
Setibanya
Yuna dengan membawa air minum, ia kaget melihat Charles membuka dokumen
permainannya. Charles pun dengan segera memeluk Yuna dan memanggilnya dengan
sebutan May. Yuna pun senang, akhirnya Charles tahu siapa dia sebenarnya, Yuna
juga memanggil Charles dengan sebutan Wenan. Mereka pun berpelukan dengan
sangat erat lalu mereka pun berciuman. Mereka baru menyadari bahwa selama ini
teman bermainnya dalam game online yang dirasanya sangat mustahil untuk bertemu
ternyata berada sangat dekat dengannya, hanya beberapa langkah.
Akhir
yang bahagia, happy ending. Itulah yang biasanya kita inginkan dari setiap
cerita. Walaupun saya tahu
dalam penulisan dan alur cerita masih banyak kekurangannya. Tapi mudah2an cerita ini bisa menghibur kalian semua. :)
XXX
JAP
Komentar
Posting Komentar